Menulis dan Hormon Endorfin

Menulis juga mempunyai efek kejiwaan, yang akan membuat suasana di dalam kelas menjadi lebih tenang terkendali. Menurut sebuah penelitian ilmiah yang dilakukan oleh Professor James Pennebaker, Ph.D., seorang pakar di bidang ilmu psikologi di University of Texas menyatakan bahwa menulis bisa menenangkan isi hati seseorang. Menuliskan perasaan atau kejadian yang membuat stress bisa menurunkan denyut jantung dan laju pernafasan seseorang (CNN.com health: Writing for Therapy Helps Erase Effects of Trauma, 16 Mei 2000). Menulis bisa menenangkan, menambah produksi hormon endorfin (hormon pembawa rasa bahagia dan senang) dan mengurangi hormon kortisol (hormon pencetus stress).

Sedangkan menurut Bisola Marignay, MA, konselor pada Writing Therapy, a creative approach di Amerika (Desember 2008), mengatakan bahwa menulis bisa meningkatkan kesadaran diri dan ilmu kehidupan akan kesadaran diri sangat berguna dalam menghadapi segala masalah dalam kehidupan yang juga akan membawa hasil positif dalam proses pembelajaran formal di sekolah maupun pembelajaran ilmu kehidupan. Sehingga menulis bisa juga dipakai sebagai terapi. Dan masih banyak penelitian ilmiah oleh pakar-pakar lainnya yang menyatakan bahwa menulis itu merupakan bagian penting dalam proses menemukan jati diri seseorang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: