Memori adalah bagian dari komputer tempat program – program dan data – data disimpan. Istilah store atau storageuntuk memori, meskipun kata storage sering digunakan untuk menunjuk ke penyimpanan disket.
Read / Download
Memori adalah bagian dari komputer tempat program – program dan data – data disimpan. Istilah store atau storageuntuk memori, meskipun kata storage sering digunakan untuk menunjuk ke penyimpanan disket.
Read / Download
Penjadwalan proses merupakan kumpulan kebijaksanaan dan mekanisme di sistem operasi yang berkaitan dengan urutan kerja yang dilakukan sistem komputer.
Read/ Download
ALU mempunyai dua macam tugas utama, yaitu sebagai berikut:
- + : penambahan
- - : pengurangan
- / : pembagian
- DIV : pembagian bulat
- MOD : sisa pembagian bulat
Semua proses perhitungan dalam ALU dilakukan dengan dasar operasi penjumlahan menggunakan sirkuit yang disebut adder.
- = : sama dengan
- <> : tidak sama dengan
- <= : kurang dari atau sama dengan
- >= : lebih dari atau sama dengan
- > : kurang dari
- < : lebih dari
Selain melibatkan operator relasional, dalam ungkapan/ ekspresi logika dapat juga digabungkan dengan operator boolean, yaitu AND, OR, NOT, dan EXOR.
CU memiliki tugas sebagai berikut:
- Mengatur dan mengendalikan alat-alat masukan (input) dan keluaran (output).
- Mengambil instruksi-instruksi dari memori utama.
- Mengambil data dari memori utama (jika diperlukan) untuk diproses.
- Mengirim instruksi ke ALU bila ada perhitungan aritmatika atau perbandingan logika serta mengawasi kerja dari ALU.
- Menyimpan hasil proses ke memori utama.
Magnetic tape berbentuk pita panjang dan terbuat dari bahan
plastic film (mylar) yang dapat dimagnetisasi (ferrum oxide
atau chromic oxid). Kerapatan datanya termasuk tinggi, yaitu
1.250 – 9000 Bpi (Bit Per Inch), sedangkan kerapatan data
standard yang digunakan adalah 800 atau 1600 Bpi. Kecepatan
pembacaan/ penulisan pada magnetic tape adalah 75 – 200 inchi
per detik. Umumnya magnetic tape memiliki lebar pita 0,5
inchi dan memiliki ketebalan pita 0,15 inchi ( = 3,88mm )
atau 0,25 inchi (6,4mm). Panjang pita bervariasi, yaitu 300,
600, 1200, atau 2400 feet per reel.
Metode penyimpanan yang digunakan bisa dengan metode blocking
(dipisahkan oleh Inter Block Gap/ IBG ) atau tanpa blocking
(dipisahkan oleh Inter Record Gap/ IRG). Lebar IRG berkisar
antara 0,12 – 0,6 inchi, sedangkan lebar IBG antara 0,3 –
0,75 inchi. Resiko yang dihadapi pada media jenis ini adalah
sensitif terhadap distorsi, debu, kelembaban, magnet, dan
suhu tinggi.
Akses pembacaan dan penulisan data pada magnetic tape
dilakukan secara sequential dengan transfer rate relatif
lambat, sehingga dalam penggunaannya termasuk media offline.
Jumlah track pada magnetic tape bisa 7 atau 9 track. Tape 7
track digunakan untuk tape dengan kode BCD, track ke-0 hingga
ke-5 untuk penulisan karakter dan track ke-6 untuk bit paritas.
Sedangkan tape 9 track digunakan untuk tape dengan kode EBCDIC
(track ke-0 hingga ke-7 untuk penulisan karakter dan track
ke-8 untuk bit paritas). Bit paritas digunakan untuk mengecek
kesalahan, yang dapat dipilih jenis odd atau even check.
Contoh yang termasuk media jenis ini adalah pita kaset dan
real tape. Teknologi baru pada magnetic tape semakin meningkat
dengan ciri kualitas head semakin baik, data dencity semakin
tinggi, gap semakin sempit.
Isi ROM hanya dapat dibaca saja, tidak dapat diubah/ ditulisi.
Pengisian ROM dilakukan oleh pabrik pembuatnya. Di dalam ROM,
hardware dan software dijadikan satu oleh pabrik pembuatnya.
ROM berisi sistem operasi/ Operating Systems/ OS yang memuat
program penting yang diperlukan oleh sistem komputer, misal
program untuk mengatur tampilan karakter di monitor,
penggunaan tombol keyboard untuk keperluan kontrol tertentu,
dan bootstrap program. Isi ROM adalah sekumpulan instruksi
yang disebut sebagai microinstruction atau firmware.
Bootstrap program diperlukan pada saat pertama kali komputer
dinyalakan (booting). Pengambilan bootstrap program dapat
dilakukan dalam dua cara, yaitu cold booting dan warm booting.
Cold booting merupakan proses mengambil program pada saat
komputer pertama kali dinyalakan, yaitu dari keadaan komputer
mati (tidak ada arus listrik/ off) menjadi dalam kondisi
komputer hidup ( ada arus listrik yang masuk/ on). Sedangkan
warm booting merupakan proses mengambil ulang bootstrap
program pada saat komputer masih hidup (=restart). Warm
booting dilakukan dengan cara menekan tiga tombol keyboard
sekalligus, yaitu Ctrl+Alt+del. Proses ini biasanya dilakukan
jika sistem komputer mengalami macet/ hang.
ROM dirancang oleh pabrik/ pembuatnya sedemikian rupa sehingga
hanya bisa dibaca dan tidak dapat diubah isinya. Jika isi ROM
hilang atau mengalami kerusakan, maka komputer tidak akan
berfungsi. ROM bersifat non-volatile sehingga isinya tidak
akan hilang sekalipun listrik dimatikan.
Perubahan isi ROM hanya dimungkinkan dengan cara memprogram
kembali instruksi yang ada di dalamnya. ROM jenis ini
berbentuk chip yang ditempatkan pada socket IC dengan jendela
diatasnya. ROM yang dapat diprogram kembali disebut PROM
(Programmable Read Only Memory), EPROM (Erasable Programable
Read Only Memory), dan EEPROM (Electrically Erasable
Programmable Read Only Memory). Prom hanya dapat diprogram
ulang sekali saja. EPROM hanya dapat dihapus dengan
menggunakan sinar ultraviolet. EPROM dapat diprogram kembali
berulang kali. Sedangkan EEPROM dapat dihapus secara
elektronik dan kemudian dapat diprogram kembali berulang kali.
RANDOM ACCESS MEMORY (RAM)
Data dan program yang dimasukkan melalui alat masukan akan disimpan terlebih dahulu
di dalam RAM yang ada di dalam main memory. Data dan program tersebut dapat ditulis,
diambil, atau dihapus isinya oleh pembuat program secara acak/ random, struktur RAM
terdiri atas:
1. Input storage, yaitu bagian RAM yang digunakan untuk menampung input yang
dimasukkan melalui alat masukan.
2 Program storage, yaitu bagian RAM yang digunakan untuk menyimpan semua
instruksi program yang akan diakses.
3. Working storage, yaitu bagian RAM yang digunakan untuk menampung hasil
akhir olahan data yang akan ditampilkan ke alat keluaran.
Data atau program yang dimasukkan melaui alat masukan akan ditampung terlebih dahulu
di dalam input storage. Jika input tersebut berupa data, maka sksn dipindahkan ke
working storage, tetapi jika input tersebut berupa program, maka akan dipindahkan ke
program storage. Hasil olahan sementara juga ditampung terlebih dahulu di working
storage, dan jika akan ditampilkan ke alat keluaran maka baru dipindahkan ke output
storage. RAM berupa kepingan, dengan kapasitas 1, 4, 8, 16, 32, 64, 128, 256, 512,
1024, atau 2048 MB.
Cache memory merupakan memori sekunder berkecepatan tinggi yang digunakan untuk meningkatkan
kinerja komputer, yaitu meningkatkan efisiensi kerja CPU dan mengurangi waktu yang terbuang.
Cache memory terdiri atas:
1. Internal, digunakan untuk komputasi berkecepatan tinggi.
2. External, digunakan sebagai buffer untuk menyimpan program dan data.
Untuk dapat melaksanakan proses selanjutnya, CPU harus selalu menunggu hingga data atau
instruksi diterima dari main memory, atau menuggu hasil olahan selesai dikirimkan ke main
memory. Kecepatan proses dalam main memory jauh lebih lambat dibandingkan kecepatan proses di
dalam register. Kondisi ini akan mengakibatkan banyak waktu terbuang. Dengan adanya cache
memory, maka sejumlah blok informasi pada main memory akan dipindahkan ke cache memory dan
selanjutnya CPU akan selalu berhubungan dengan cache memory. Hal ini akan dapat mempercepat
proses pengolahan di dalam CPU.
Register adalah memori berukuran sangat kecil dengan kecepatan akses sangat tinggi.
Register digunakan untuk menyimpan data dan instruksi yang sedang diproses, sementara
itu data dan instruksi lainnya yang menunggu giliran diproses akan disimpan dalam
main memory. Register di dalam CPU terdiri atas :
1. Instruction Register (IR) digunakan untuk menyimpan instruksi yang sedang
diproses.
2. Program Counter (PC) adalah register yang digunakan untuk menyimpan alamat
lokasi main memory yang berisi instruksi yang sedang diproses. Selama proses
berlangsung, isi PC diubah menjadi alamat main memory yang berisikan instruksi
berikutnya yang akan diproses. Hal ini memungkinkan untuk melacak jejak
instruksi selanjutnya di main memory.
3. General purpose register, yaitu register yang mempunyai berbagai macam fungsi
yang berhubungan dengan data yang sedang diproses. Misal, jika digunakan untuk
menampung data yang sedang diolah disebut sebagai operand register, sedangkan
jika digunakan untuk menampung hasil olahan disebut sebagai accumulator.
4. Memory Data Register (MDR), yaitu register yang digunakan untuk menampung data
atau instruksi yang dikirimkan dari main memory ke CPU, atau menampung data yang
akan disimpan ke main memory sebagai hasil olahan CPU.
5. Memory Address Register (MAR) digunakan untuk menampung alamat data atau
instruksi pada main memory yang akan diambil atau yang akan diletakkan.