Modul Jarkom 1

Oktober 16, 2009

Pada dasarnya, jaringan komputer terdiri dari dua buah komputer
yang dihubungkan satu sama lain menggunakan kabel atau tanpa
kabel sehingga dapat melakukan sharing data. Jaringan timbul karena
adanya kebutuhan pertukaran data secara teratur. Tanpa jaringan user
harus mencetak/mengkopi data/dokumen yang dibuat sehingga dapat
diedit atau digunakan oleh user yang lain. Metode ini disebut bekerja
secara stand-alone.

Read/ Download

Modul Jarkom 1


Arsitektur Protokol TCP/IP

Oktober 16, 2009

TCP/IP adalah nama sebuah jaringan komputer, atau biasa disebut jaringan komputer dengan protokol TCP/IP. Protokol adalah aturan tentang bagaimana komputer saling berhubungan untuk mengirim data dari satu tempat ke tempat lainnya dengan cepat, efisien dan terpercaya (reliable). Tergantung atas besarnya data-data tersebut tidak dikirim sekaligus, namun dipecahkan dalam bentuk yang lebih kecil untuk kemudian dikirim satu per satu. Bentuk pengiriman ini disebut sebagai paket data. Setiap paket akan ditambahkan dengan “Informasi” atau label tentang alamat yang dituju,
jenis paket, alamat si pengirim dan informasi lainnya. Cara ini disebut sebagai pembungkus paket (enkapsulasi). Hanya komputer yang mengenal informasi mengenai informasi tersebut yang dapat membaca isi paket, sehingga : Komputer berkomunikasi dengan protokol yang sama.

Read/ Download

Arsitektur protokol TCP_IP


Jaringan Workgroup LAN WAN

Oktober 16, 2009

Jaringan Komputer dapat diartikan sebagai suatu himpunan interkoneksi sejumlah komputer otonom. Dua buah komputer dikatakan membentuk suatu network bila keduanya dapat saling bertukar informasi. Pembatasan istilah otonom disini adalah untuk membedakan dengan sistem master/slave. Bila sebuah komputer dapat membuat komputer lainnya aktif atau tidak aktif dan mengontrolnya, maka komputer komputer tersebut tidak otonom. Sebuah sistem dengan unit pengendali (control unit) dan sejumlah komputer lain yang merupakan slave bukanlah suatu jaringan; komputer besar dengan

remote printer dan terminalpun bukanlah suatu jaringan.

Lebih Lengkapnya silahkan Baca/ Download

Jaringan Workgroup Lan Wan


Arsitektur dan fungsionalitas Dasar Router

Mei 5, 2009

Mengapa Menggunakan Router ?

Router merupakan device Network layer yang menggunakan satu atau lebih sistem
metrik untuk menentukan path-path optimal guna mem-forward traffic suatu network.
Router akan menghantarkan paket-paket dari satu network ke network lainnya
berbasiskan network layer information. Terkadang, orang-orang memanggil router
dengan gateway (meski definisi ini semakin hari semakin tidak digunakan), dan
rasanya memang kurang relevan. Jika ditarik benang merahnya, gateway lebih mengacu
pada suatu fungsi device yang memiliki tujuan khusus untuk membentuk konversi
informasi application layer dari satu stack protokol ke yang lainnya.

Sekarang, apa sebetulnya yang melatar-belakangi orang-orang (network administrator)
untuk menggunakan device router ? padahal kita tahu bahwa mesin-mesin komputer
dengan konfigurasi-konfigurasinya melalui Sistem Operasi (OS) ‘standar’ dapat juga
memerankan fungsionalitas-fungsionalitas device router. Apa sesungguhnya motivasi
mereka ?

Berikut beberapa alasan mengapa para administrator lebih memilih menggunakan device
router untuk me-manage network mereka:

1. Masalah performansi dan stabilitas.

Menggunakan device router akan diperoleh performansi dan stabilitas yang relatif
lebih tinggi dibanding menggunakan komputer-komputer yang sengaja dirancang
menerapkan fungsionalitas routing ke dalamnya.

2. Memiliki banyak alternatif koneksi

Oleh karena router-router men-support banyak slot card interface, ini memungkinkan
para pengguna untuk membangun banyak koneksi.

3. Security.

Cisco Router menawarkan security yang lebih bagi sebuah network. Secara umum,
penggabungan fungsi routing dan fungsi-fungsi retriksi akses dapat membatasi peluang
tekanan dan penyerangan terhadap layanan-layanan kritis. Router-router mendukung
filtering secara penuh, dan filtering merupakan fungsi esensial dari sebuah firewall.

4. Kemudahan operasi.

Router-router, terutama Cisco Router, berjalan di atas sebuah sistem operasi:
Internetwork Operating System atau IOS. Oleh karena fungsinya yang spesifik, sistem
operasi IOS ini memiliki ukuran lebih sederhana dibanding sistem-sistem operasi yang
terspesialisasi untuk personal computer pada umumnya. IOS sangat mudah dimengerti,
mudah dioperasikan, dan yamg pasti kaya dengan fitur-fitur vital untuk kebutuhan
networking modern.

5. Praktis dan fleksibel.

Seperti yang dapat kita lihat pada Gambar 1.1 berikut ini device router merupakan
perangkat yang memiliki bentuk dan ukuran yang simpel. Sangat praktis dan fleksibel,
baik untuk disusun maupun dipindahkan. Pada sebuah rak, kita bahkan dapat menumpuknya
dua atau belasan unit asal tidak menimbulkan kerusakan pada fisik router itu sendiri,
atau efek-efek lain akibat panas yang ditimbulkan.

6. Ongkos yang relatif lebih rendah.

Meski harga router per unit lumayan tinggi untuk sebuah organisasi kecil, tetapi
secara operasional ia merupakan solusi yang efektif dan memakan ongkos rendah
dibanding kita menggunakan teknologi konvensional.


MAC Adress

Juli 11, 2008

Media Access Control (MAC) berfungsi untuk membuat frame dari
bit 1 dan bit 0 yang diterima oleh lapisan physical serta memberikan
hardware address ke suatu network interface card. MAC address
atau disebut juga hardware address terdiri dari dua bagian, yaitu 3
byte untuk kode pabrik yang diberikan oleh IEEE dan 3 byte untuk
nomor serial unik untuk host yang diatur oleh pabrik pembuat. Di
dalam penulisannya sering menggunakan 6 angka hexa-desimal
untuk kode pabrik dan 6 angka hexa-desimal untuk nomor serial.

Contoh dari MAC address adalah 0060B06A8F3E, 0060B0 adalah
kode pabrik sedangkan 6A8F3E adalah nomor serial untuk host.
Semua peralatan aktif di LAN, baik network interface card komputer
(NIC), maupun interface peralatan router dan switch menggunakan
MAC address untuk memeberikan identitas dirinya di dalam jaringan
komputer.

MAC address ini ditentukan oleh pabrik pembuat peralatan jaringan
dan disimpan di dalam prom peralatan. Oleh karena MAC address
ditentukan oleh perangkat keras peralatan, maka MAC address dikenal
juga sebagai hardware address, physical address atau PROM address.

Pada saat dihidupkan, peralatan membaca MAC address ini dari PROM-
nya, kemudian menggunakannya sebagai alamat untuk frame-frame
data yang dikirimkan melalui peralatan tersebut. Lapisan MAC menggu-
nakan Cylic Redudancy Checksum (CRC) untuk menjaga keutuhan
dalam pengiriman frame.

Catatan:
Perlu Anda perhatikan bahwa MAC address atau alamat hardware ini
berbeda dengan alamat logika (seperti IP address) yang berfungsi pada
lapisan network referensi model OSI.

Kritik dan Saran, hubungi mufarimlg@gmail.com


Routing Information Protocol

Juli 9, 2008

RIP termasuk dalam protokol dengan algoritma routing distance-vector (dihitung berdasarkan jarak terpendek antarnode). Distance vector merupakan algoritma yang sangat sederhana, di mana iterasi (pengulangan) terus berlanjut sampai tidak ada lagi pertukaran informasi antar-router hingga iterasi berhenti dengan sendirinya. Distance vector ini sering juga disebut protokol Bellman-Ford, karena berasal dari algoritma perhitungan jarak terpendek oleh RE. Bellman, dan dideskripsikan dalam
bentuk algoritma terdistribusi pertama kali oleh Ford dan Fulkerson. Setiap router dengan algoritma distance-vector, ketika pertama kali dijalankan hanya mengetahui routing ke dirinya sendiri (informasi lokal) dan tidak mengetahui topologi jaringan tempatnya berada. Router kemudian mengirimkan informasi lokal tersebut dalam bentuk distance-vector ke semua link yang terhubung langsung dengannya. Router yang menerima informasi routing menghitung distance-vector, kemudian menambahkannya dengan metric link tempat informasi tersebut diterima, dan memasukkannya ke dalam entri forwarding table jika dianggap merupakan jalur terbaik. Informasi routing setelah penambahan metrik kemudian dikirim lagi ke seluruh interface router, dan ini dilakukan setiap selang waktu tertentu. Demikian seterusnya sehingga seluruh router di jaringan mengetahui topologi jaringan tersebut. Protokol distance-vector memiliki kelemahan yang dapat terlihat apabila dalam jaringan ada link yang terputus. Dua kemungkinan kegagalan yang mungkin terjadi adalah efek bounching dan kasus “menghitung sampai tak terhingga”  (counting to infinity). Efek bounching dapat terjadi pada jaringan yang menggunakan metrik yang berbeda pada minimal sebuah link. Link yang putus dapat menyebabkan routing loop, sehingga datagram yang melewati tertentu hanya berputar-putar di antara beberapa router (bounching) sampai umur (time to live) datagram tersebut habis.


Anycast Address

Juli 9, 2008

Pada IPv6, Anycast Address adalah fasilitas tambahan baru yang tidak terdapat pada IPv4. Pada address jenis ini, sebuah address diberikan pada beberapa host, untuk mendefinisikan kumpulan node. Jika ada paket yang dikirim ke address ini, maka router akan mengirim paket tersebut ke
host terdekat yang memiliki Anycast Address sama. Dengan kata lain, pemilik paket menyerahkan pada router tujuan yang paling “cocok” bagi pengiriman paket tersebut.Anycast Address umumnya digunakan pada beberapa server yang memberikan layanan seperti DNS (Domain Name Server).
Dengan memberikan Anycast Address yang sama pada server-server tersebut, maka jika ada paket yang dikirim oleh client ke address ini, maka router akan memilih server terdekat dan mengirimkan paket itu ke server yang dimaksud sehingga beban terhadap server dapat terdistribusi secara merata. Pada Anycast Address ini tidak tersedia ruang khusus. Bila beberapa host diberikan sebuah address yang sama, maka address tersebut dianggap sebagai Anycast Address.


IGMP

Juli 9, 2008

IGMP (Internet Group Management Protocol) digunakan oleh IP host untuk
melaporkan anggota group host-nya kepada beberapa multicast router tetangga
secara cepat. IGMP merupakan bagian dari IP. IGMP harus diimplementasikan oleh
semua host yang besesuaian dengan spesifikasi level 2 dari IP multicast. Pesan-
pesan IGMP tercakup dalam datagram IP, dengan IP protokol nomer 2 (Compliant
with IETF RFC1112, Aug 1989.)


RSVP

Juli 9, 2008

Resource Reservation Protocol (RSVP ) adalah sebuah resource reservation setup
protocol yang didesain untuk diintegrasikan pada pelayanan internetworking.
Sebuah aplikasi memerlukan RVSP untuk meminta end-to-end QoS yang spesifik
untuk streaming data.  RVSP bertujuan untuk secara efisien men-setup jaminan
resouce reservation QoS yang dapat mendukung routing protocol unicast dam
multicast dan dapat ditempatkan pada pengantara dalam group multicast yang
besar. RSVP telah didefinikan pada IETF.


Website

Juli 9, 2008

Sering di sebut sebagai situs web adalah wadah / tempat meletakan naskah yang
di tulis dalam format HTML yang bisa di download menggunakan web browser
seperti internet explorer. Nah portal, e-commerce hanyalah salah 2 aplikasi yang
dijalankan di atas website – tentunya masih banyak lagi jenis aplikasi yang bisa
dijalankan di atas website tersebut bisa berbentuk media online, teleeducation dll.